Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengalaman Disuntik Vaksin Corona Sinovac | Aku Nggak Takut

Pengalaman Disuntik Vaksin Corona Sinovac

Hello hello hello apa kabar semuanya? Semoga dalam keadaan baik ya dan masih dalam lindungan Allah SWT. Saya akan bercerita sedikit tentang pengalaman disuntik vaksin Corona Sinovac. Vaksinasi yang saya ikuti merupakan program pemerintah yang di selenggarakan Puskesmas Mapurujaya pada tanggal 30 Maret 2021 lalu. Di ikuti oleh guru-guru dari wilayah Mimika Timur, yaitu SD dan SMP satu atap Pomako.

Saya dan semua guru termasuk penerima vaksin prioritas, karena kami berada di garda terdepan yang berhadapan langsung dengan Masyarakat. Alhamdullilah semua berjalan dengan lancar meskipun ada beberapa teman guru yang nggak jadi di vaksin kerena memiliki riwayat penyakit bawaan (komorbid).

Sedikit ngeri sih ketika mau di suntik, ternyata hal itu bukan terjadi pada saya saja, teman-teman guru lain juga mengalaminya. Saya itu lo sebenarnya nggak takut dengan jarum suntik, apalagi takut dengan suster atau bidan yang bertugas (bawaanya seneng malah, apalagi bidan dan susternya cantik-cantik 😅 wkwk). Tapi yang saya takutkan adalah efek samping setelah vaksinasi, apalagi banyak beredar informasi di media sosial, ketika habis vaksin ada yang lumpuh, demam tinggi, kaki bengkak dll. Keadaan itu yang menambah horor susana.

Lo lo lo, lantas apa yang Mas Arif rasakan sesudah vaksinasi Covid-19? Sebelum pertanyaan itu saya jawab, saya jelaskan dulu ya Sobat proses vaksinasi dari awal hingga akhir. Yaaa sekedar sharing pengalaman biar Sobat yang nanti akan di vaksin sudah tau alur dan apa-apa yang mesti di siapkan.

Hal yang sangat penting tapi sering di sepelekan ketika akan di vaksin adalah istirahat cukup dan perut kenyang. Dua hal itu sangat penting di lakukan agar daya tahan tubuh kuat sehingga meminimalisir hal-hal yang nggak di inginkan ketika proses vaksinasi. Soalnya banyak kasus orang yang mau di vaksin pingsan, bukan karena efek vaksinasi tapi karena kurang istirahat dan lapar.

Alur Vaksinasi

Pengalaman Disuntik Vaksin Corona Sinovac
Sertifikat Vaksinasi
Proses vaksinasi secara garis besar ada empat tahap, tapi sebelum masuk ke empat tahap itu biasanya di berikan sosialisasi dulu tentang informasi tetek bengek yang berkaitan dengan vaksinasi Covid-19. Dalam sosialisasi itu peserta juga di berikan waktu untuk bertanya seputar vaksinasi.

(a). Meja Pertama (Pendaftaran)

Pada tahap ini peserta vaksinasi di arahkan ke meja pertama untuk verifikasi data menggunakan aplikasi Pcare Vaksinasi. Petugas memastikan para penerima vaksin menunjukkan KTP Elektronik serta di berikan pertanyaan tambahan seputar identitas, misalnya nomor telepon, alamat yang baru dll. Agar penerbitan sertifikat bisa akurat dan terdistribusi dengan baik kepada peserta vaksinasi.

(b). Meja Kedua

Perlu Sobat ketahui vaksinasi nggak diberikan kepada mereka yang memiliki riwayat konfirmasi Covid-19, wanita hamil, menyusui, usia di bawah 18 tahun dan beberapa kondisi komorbid. Setelah pemeriksaan di lakukan, selanjutnya data skrining akan diinput petugas.

Nantinya berdasarkan data yang diinput itu akan di ambil keputusan apakah sasaran penerima bisa lanjut vaksinasi, batal atau harus ditunda. Jika harus ditunda petugas akan melakukan penjadwalan ulang yang di informasikan melalui SMS.

Selanjutnya dilanjutkan dengan pengisian keputusan hasil skrining oleh petugas. Jika saat skrining terdeteksi penyakit menular atau adanya infeksi Covid-19 maka pasien akan dirujuk ke Poli umum untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Di meja dua ini petugas juga memberikan penjelasan singkat mengenai jenis vaksin yang diberikan, manfaat dan reaksi setelah vaksinasi yang mungkin terjadi dan cara penanganannya. Adapun sasaran yang sehat diminta lanjut ke meja tiga.

(c). Meja Ketiga (Vaksinator)

Di meja ini pemberian vaksin di lakukan, biasanya petugas kesehatan bertanya, apakah sudah siap di vaksin? Bla bla bla. Tips: Bila Sobat akan di vaksin sebaiknya jangan tegang dan gunakan baju lengan pendek yang longgar agar nggak menyulitkan petugas saat penyuntikan vaksin.

Tahap ini petugas memberikan vaksinasi secara intra muskular sesuai prinsip penyuntikan aman, selanjutnya petugas menuliskan nama sasaran, NIK, nama vaksin dan nomor batch vaksin pada sebuah memo. Memo diberikan kepada sasaran penerima untuk diserahkan kepada petugas di meja nomor empat.

(d). Meja Keempat (Pencatatan)

Di meja empat dilakukan pencatatan. Yang mana petugas mempersilahkan sasaran yang sudah di vaksin untuk menunggu 30 menit sebagai antisipasi bila ada KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi). KIPI bisa diartikan sebagai setiap kejadian medis yang nggak diinginkan, terjadi setelah pemberian imunisasi.

Nantinya penerima vaksin diberikan kartu vaksinasi, di dalam kartu itu terdapat informasi nomor telepon petugas kesehatan sebagai upaya siaga. Bila mana terjadi suatu hal yang nggak di inginkan setelah vaksinasi bisa menghubungi nomor tersebut. Selain itu di dalam kartu vaksinasi juga terdapat informasi jadwal vaksin tahap dua yang akan memudahkan Sobat ketika melakukan vaksin tahap berikutnya.

Sertifikat vaksinasi elektronik bisa di akses melalui link yang di kirim melalui SMS setelah vaksinasi. Makanya, pastikan nomor telepon untuk registrasi Sobat aktif agar dapat menerima informasi sertifikat dari Kementerian Kesehatan.

Apa yang di Rasakan Mas Arif Setelah Vaksinasi?

Pengalaman Disuntik Vaksin Corona Sinovac

Ini yang paling banyak di tanyakan, dari saudara, tetangga, sahabat maupun teman-teman. Mungkin mereka juga penasaran bagaimana sih rasanya setelah di vaksin itu? Secara garis besar menurut saya masih aman dan nggak menimbulkan efek samping yang serius. Keadaan ini mungkin juga berbeda dengan orang lain, karena itu tergantung dari daya tahan tubuh pribadi masing-masing.

Yang saya rasakan setelah di vaksin Sinovac adalah timbul rasa ngantuk yang luar biasa, selain itu di area bekas suntikan lengan kiri sampai ke kaki rasanya sedikit kram dan linu. Sempat kawatir sih takutnya terjadi apa-apa (pokoknya ngeri-ngeri sedap deh wkwk) tapi Alhamdullilah malamnya ternyata hilang alias sembuh. Tinggal panas dingin yang terjadi sehari semalam.

Kesimpulan

Vaksinasi Covid-19 adalah upaya pemerintah dalam mencegah penyebaran Virus Corona. Sebagai warga negara yang baik wajib hukumnya untuk patuh dan taat pada pemerintah dengan mengikuti vaksinasi sesuai prosedur yang di tetapkan.

Bila Sobat sudah di vaksin sebaiknya jangan kemlinti, sombong, gaya-gayaan mentang-mentang sudah di vaksin merasa bebas dan mengabaikan semua protokol kesehatan. Heeem perbuatan itu nggak tepat ya Sobat.

Meskipun sudah di vaksin sebaiknya tetap menerapkan protokol kesehatan dengan selalu memakai masker, menjaga jarak dan senantiasa rajin mencuci tangan di semua aktifitas, agar Covid-19 di Indonesia cepat hilang dan kita bisa hidup normal kembali.

2 comments for "Pengalaman Disuntik Vaksin Corona Sinovac | Aku Nggak Takut"

  1. Ngeri-ngeri sedep di suntiknya..:(
    takut jarum dari pada takut corona rasanya hehee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha nggak perlu takut Mas, di suntik sama kayak di gigit semut, kata ibu guru dulu :)

      Delete

Jika ada yang Ingin Anda Tanyakan Terkait Artikel di atas Silahkan Bertanya Melalui Kolom Komentar Berikut ini, dengan Ketentuan :

1. Berkomentarlah dengan Sopan (No Spam, Sara dan Rasis).
2. Komentar di Moderasi. Bila berkomentar nggak sesuai dengan kebijakan Blogger maka nggak di terbitkan!.
3. Centang kotak Notify Me / Beri Tahu Saya untuk mendapatkan notifikasi komentar.
4. Happy Blogging 🙂.